Rabu, 26 Mei 2010

pengembala domba

zay adalah pengembala domba setiap sore aku mengagon domba peliharan majikanya dia berkerja untuk menyambung hidup untuk seuap nasi.zay memberi makan domba duduk di saung sambil memandang langit yang mendung rumput - rumput hijau yang bergoyang angin yang sejuk membuat zay teringat sang ibu di kampung. mengingat sang ibu tercinta ingin bertemu.zay sabar tabah belajar untuk mendapat gelar menjadi guru agama di kampung orang zay merantau.saking sayang dengan binatang ternak zay berkerja menjadi pengambala domba dengan senang, zay selalu berdoa untuk ibu tercinta dan pulang menjadi anak yang apa ibu harapkan.seketika hari zay di beri sepasang domba oleh majikanya pemilik domba berterimakasih pada zay telah berkerja dengan sabar dan menerima gaji sekedarnya oleh majikanya karena zay tulus berkerja menjadi pengembala domba.zay keluar keluar menjadi pengembal domba karena sibuk membagi waKtu dengan menjadi guru agam islam. zay mengajar di sebuah pndok pesanteren,sekolah islam madrasah. zay hanya menjaga dan memilahara domba dengan baik pemberian majikanya dulu.tidak disangka domba zay berkembang biak domba peliharaan zay bertambah banyak menjadi perternak yang kaya karena hasil dombanya di investasi domba peliharaan zay di jual hinga keluar kota. dan daging domba pun bisa di jual kepasara. kulit pun juga bisa digunakan untuk jaket,dompet,kursi. zay menjadi orang sukses. zay segera pulang untuk bertemu ibu tercinta zay segera memberangkatkan ibu tercinta naik haji apa yang dicita - citakan ibu selama ini zay ujudkan dengan kesabaran zay dan menjadi pegembala domba.zay terus berkerja mengembangkan bisnis perternakan domba.zay bersyukur dengan penghasilan yang lebih dengan sepasang domba.dan hasil kerjanya menjadi guru telah zay raih cita- citakan selama ini.inilah kisah zay mendapatkan kebahagian memperoleh ilmu dan merantau di kampung orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar