Minggu, 25 Desember 2011

Tulisan bahasa inggris akibat anak melawan kepada ke orang tua

akibat anak melawan kepada ke orang tua

Kenakalan, sebenarnya adalah hal yang normal bagi anak-anak dalam tahap perkembangan kanak-kanak. Mereka sedang belajar untuk mengontrol tubuh mereka sendiri, memahami lingkungan sekitarnya, serta belajar nilai-nilai dalam keluarga dan masyarakat. Mereka banyak melakukan percobaan (eksperimen) terhadap sesuatu yang menarik perhatian dan belum mereka ketahui: bagian tubuh, hewan-hewan, perkakas di rumah, tumbuh-tumbuhan dan obyek-obyek lainnya. Sayangnya, dalam bereksperimen mereka sering lalai dan ceroboh, hasilnya, eksperimen mereka sering kali membuat orang tua dan orang di sekitarnya menjadi jengah dengan ulah mereka: kotoran berserakan, perkakas berantakan, baju belepotan, perabot pecah, jatuh saat berlari, sampai konflik sesama anak-anak.
Kita semua paham bahwa mendidik anak membutuhkan kesabaran, proses yang panjang serta keteladanan. Nah... yang terakhir tentu saja yang paling sulit. Tidak sedikit orang tua yang bawel terhadap anaknya agar rajin mengaji, padahal dia sendiri jarang membaca Alqur’an. Akibatnya nasehat dan ajakan orang tua akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Kali ini kita akan membahas beberapa kebiasaan orang tua yang berdampak buruk bagi anak. Anak menjadi sulit di atur, sulit dikendalikan, bandel dan tidak jarang suka melawan

Apa Sebabnya?
Pertama. Orang tua memberikan penguat negatif (negative reinforcer; yang justru befungsi memperkuat respon) kepada anak agar ia menghentikan respon negatif akibat adanya stimulus eversif (tidak menyenangkan) yang diberikan orang tua sebelumnya. Keadaan semacam ini disebut “perangkap akibat penguat negatif” (negative reinforcer trap).

Kedua. Terjadi akibat adanya penguat positif (positive reinforcer) yang diberikan oleh orang tua untuk mengatasi respon anak. Biasanya ini akibat pola-pola perhatian dari orang tua: mencari-cari alasan untuk menerima perilaku anak, berusaha memahami dengan cara mendiksusikan hal tersebut pada anak. Keadaan seperti ini disebut sebagai “perangkap penguat positif” (positive reinforcer trap).Kedua. Terjadi akibat adanya penguat positif (positive reinforcer) yang diberikan oleh orang tua untuk mengatasi respon anak. Biasanya ini akibat pola-pola perhatian dari orang tua: mencari-cari alasan untuk menerima perilaku anak, berusaha memahami dengan cara mendiksusikan hal tersebut pada anak. Keadaan seperti ini disebut sebagai “perangkap penguat positif” (positive reinforcer trap).

Ketiga. Adanya ketidakselarasan dalam pengasuhan (inconsistant parenting). Keadaan ini terjadi sebagai akibat perbedaan standar dalam menilai perilaku anak dari orang-orang yang terlibat dalam pengasuhan. Seperti antara ibu dan ayah, atau kalau pengasuhan tersebut dipegang oleh kakek-nenek si anak, biasanya ketidak-selarasan terjadi antara orang tua dengan kakek-nenek. Pada umumnya standar orang tua lebih ketat bila dibanding dengan kakek-nenek. Pola pengasuhan kakek-nenek kepada cucunya cenderung permisif (serba membolehkan), karena rasa sayang yang lebih besar.

Faktor-faktor penyebab munculnya kenakalan pada anak remaja

a. Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
Contoh perilaku yang ditampilkan orangtua (modeling) di rumah terhadap perilaku dan nilai-nilai anti-sosial.
b.Kurangnya pengawasan terhadap anak (baik aktivitas, pertemanan di sekolah ataupun luar sekolah, dan lainnya).
c.Kurangnya disiplin yang diterapkan orangtua pada anak.
d.Rendahnya kualitas hubungan orangtua-anak.
e.Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.
f.Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
g. Anak tinggal jauh dari orangtua dan tidak ada pengawasan dari figur otoritas lain.
h.Perbedaan budaya tempat tinggal anak, misalnya pindah ke kota lain atau lingkungan baru.
i.Adanya saudara kandung atau tiri yang menggunakan obat-obat terlarang atau melakukan kenakalan remaja.

sumber : http://forget-hiro.blogspot.com/ http://grocerycouponslist.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar